
ketika malam menyelimuti mimpi, dengkur kelelahan warnai gelapnya malam, itu adalah kiasan hati yang telah sarat akan kepenatan dalam menjalanai hidup. Bisikan hati tak lagi menyatu dengan nurani manakala iman tak lagi menjadi nur di dalam hati. Hidup bagaikan asap kelam dihembus angin, tak lagi berarah ketika jiwa tak lagi dekat dengan Sang Ilahi.
Ada apakah ini? haruskah setiap bencana menimpa diri tak pernah mengandung arti? ahh...aku lelah, aku hanya mampu merenung sejenak walau detik-detik berikutnya adalah asa berselimut dosa, antara nafsu dan logika tak pernah lagi mampu berjalan beriringan... (gua buat ketika mata gua berat tapi gak bisa tidur lelap)
(Miftah ozma, kedaton Bandar Lampung)

